<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401</id><updated>2012-01-15T18:00:56.991-08:00</updated><title type='text'>Info Pertambangan  Landak,  Kalbar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-3274598645176387543</id><published>2008-12-18T10:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T10:53:06.934-08:00</updated><title type='text'>Pro dan Kontra seputar UU Minerba (Mineral dan Batubara)</title><content type='html'>Pro dan Kontra seputar UU Minerba (Mineral dan Batubara)&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pro dan Kontra seputar UU tersebut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DPR Telah mengesahkan Undang-undang Minerba (Mineral dan Batubara) Selasa, 16 Desember 2008. Namun seperti biasa jika setiap Undang-undang diterbitkan, selalu ada saja ada pihak yang pro dan kontra. Seperti apa pro dan kontra terhadap UU tersebut?, mari kita lihat beberapa diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;: Pasal-pasal Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dinilai tidak menyentuh realita masalah pertambangan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"UU itu hanya seperti ular berganti kulit," ujar Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Siti Maimunah, hari ini, Kamis (18/12), di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatam menghitung ada 8 masalah yang utama dalam UU itu. Pertama, tidak ada peluang untuk melakukan kaji ulang dan renegosiasi terhadap Kontrak Karya. Kedua, UU ini menguatkan ego sektoral, melalui lahirnya Wilayah Pertambangan. Ketiga, veto rakyat tidak diakui karena hanya memiliki 2 pilihan, yaitu ganti rugi sepihak atau memperkarakan ke pengadilan. Bahkan penduduk lokal berisiko dipidana setahun atau denda Rp 100 juta jika menghambat kegiatan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kawasan lindung dan hutan adat akan terancam karena alih fungsinya bisa dilaksanakan setelah ada izin dari pemerintah. Kelima, UU Minerba tidak menempatkan pentingnya menjaga dan melindungi perairan pesisir laut. Keenam, UU ini menggunakan pendekatan administratif dalam proses perizinannya sehingga tidak efektif untuk menangani dampak pencemaran lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, mempercepat kerusakan sarana dan prasaran umum karena UU tersebut membolehkan untuk dimanfaatkan menjadi sarana pertambangan. Dan terakhir, terjadi kontradiktif dengan UU Lingkungan Hidup yang mengakui legal standing organisasi lingkungan hidup untuk mengajukan gugatan terhadap perusahaan yang merusak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;NILAH.COM, Jakarta&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung keberadaan Undang Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) karena akan membuat iklim investasi pertambangan menjadi semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Herman Afif Kusumo di Jakarta, Selasa (16/12) mengatakan, UU tersebut lebih menjamin kedaulatan negara dan pengusaha nasional atas pengusahaan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada asing yang protes, maka wajar saja. Tapi, semua persoalan bisa dibicarakan melalui dialog dan duduk bersama dengan pemerintah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemerintah mesti segera menyelesaikan peraturan pemerintah (PP) agar persoalan-persoalan yang mungkin terjadi pasca pemberlakuan UU Minerba bisa dicarikan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman juga mengatakan, ketentuan peralihan UU Minerba yang menyebutkan keberadaan kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) sudah merupakan jaminan bagi kepastian hukum di Indonesia. "Kita harus hormati, jangan sampai mereka lari. Memang kita kaya sumber daya alam, tapi cash flow tidak punya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut ketentuan KK dan PKP2B yang harus ikut setahun setelah diundangkan, menurutnya, pasal itu hanyalah penyesuaian saja. Intinya, lanjut Herman, sejak pemberlakuan UU Minerba, pengelolaan pertambangan haruslah saling menguntungkan, sehingga sumber daya alam dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya buat bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"UU Minerba ini juga telah memberikan aspek ekonomi dan administrasi termasuk lingkungan yang lebih baik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Indonesian Mining Association (IMA) dan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyesalkan ketentuan UU Minerba karena tidak memberikan kepastian berusaha dan akhirnya memperburuk iklim investasi pertambangan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor merasa kurang nyaman karena adanya perubahan status kontrak menjadi status izin yang membuat ketidakpastian. Padahal, investasi tambang tergolong skala besar, sehingga membutuhkan kepastian. Apalagi, dengan harga komoditas yang menurun sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-3274598645176387543?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/3274598645176387543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=3274598645176387543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/3274598645176387543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/3274598645176387543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/12/pro-dan-kontra-seputar-uu-minerba_18.html' title='Pro dan Kontra seputar UU Minerba (Mineral dan Batubara)'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-5439110903737609983</id><published>2008-12-18T09:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T10:05:57.047-08:00</updated><title type='text'>Pembatasan Penguasaan Luas Lahan Pertambangan Berdasarkan UU Minerba</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rabu, 16 April 2008 01:00 WIB - warta ekonomi.com&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi VII Airlangga Hartanto, menyatakan penguasaan luas lahan pertambangan diharapkan dibatasi UU Baru Minerba. Hal ini berlaku bagi izin khusus pertambangan dan izin usaha pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan luas lahan pertambangan sebagai berikut yaitu metal mineral seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;emas&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;perak&lt;/span&gt; hanya 100.000 hektar dengan masa eksploitasi 25.000 hektar. Pada nonmetal mineral seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;intan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;batu mulia&lt;/span&gt; hanya 25.000 hektar dengan masa eksploitasi 5.000 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu penambangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;batu-batuan&lt;/span&gt; dibatasi 5.000 hektar dengan masa eksploitasi 1.000 hektar. Penambangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;batubara &lt;/span&gt;hanya 50.000 hektar dengan masa eksploitas 15.000 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin pertambangan rakyat dibatasi berdasarkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;siapa pengelola&lt;/span&gt;. Jika &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;individu&lt;/span&gt; hanya sebesar satu hektar, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nonbadan hukum&lt;/span&gt; sebesar lima hektar, dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;koperasi&lt;/span&gt; sebesar 10 hektar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochamad Ade Maulidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-5439110903737609983?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/5439110903737609983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=5439110903737609983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/5439110903737609983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/5439110903737609983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/12/pembatasan-penguasaan-luas-lahan.html' title='Pembatasan Penguasaan Luas Lahan Pertambangan Berdasarkan UU Minerba'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-3565877434201683377</id><published>2008-12-01T09:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T09:31:36.017-08:00</updated><title type='text'>PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggolongan Bahan Galian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1980&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggolongan Bahan-bahan galian terbagi atas tiga golongan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan Galian Golongan A (bahan galian strategis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  minyak  bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam;&lt;br /&gt;-  bitumen padat, aspal;&lt;br /&gt;-  antrasit, batubara, batubara muda;&lt;br /&gt;-  uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya;&lt;br /&gt;-  nikel, kobalt;&lt;br /&gt;-  timah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan Galian Golongan B (bahan galian vital)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; -  besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan;&lt;br /&gt;-  bauksit, tembaga, timbal, seng;&lt;br /&gt;-  emas, platina, perak, air raksa, intan;&lt;br /&gt;-  arsin, antimon, bismut;&lt;br /&gt;-  yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya;&lt;br /&gt;-  berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;&lt;br /&gt;-  kriolit, fluorpar, barit;&lt;br /&gt;-  yodium, brom, khlor, belerang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan Galian Golongan C (bahan galian yang tidak termasuk golongan a atau b)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite);&lt;br /&gt;-  asbes, talk, mika, grafit, magnesit;&lt;br /&gt;-  yarosit, leusit, tawas (alum), oker;&lt;br /&gt;-  batu permata, batu setengah permata;&lt;br /&gt;-  pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit;&lt;br /&gt;-  batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth);&lt;br /&gt;-  marmer, batu tulis;&lt;br /&gt;-  batu kapur, dolomit, kalsit;&lt;br /&gt;-  granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak mengandung unsur-unsur  mineral golongan a maupun golongan b dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-3565877434201683377?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/3565877434201683377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=3565877434201683377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/3565877434201683377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/3565877434201683377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/12/penggolongan-bahan-galian.html' title='PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-1339883217297731248</id><published>2008-11-25T01:00:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:27:23.202-08:00</updated><title type='text'>Pengenalan Bahan Tambang: Bauksit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSgnYmKOdLI/AAAAAAAAAIM/D9ErGAK89GU/s1600-h/bauxit.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSgnYmKOdLI/AAAAAAAAAIM/D9ErGAK89GU/s320/bauxit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271506667350946994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAUKSIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral dengan susunan terutama dari oksida aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan mineral gibsit (Al2O3 .3H2O). Secara umum bauksit mengandung Al2O3 sebanyak 45-65%, SiO2 1-12%, Fe2O3 2-25%, TiO2 &gt;3%, dan H2O 14-36%. Bauksit merupakan kelompok mineral aluminium hidroksida yang dalam keadaan murni berwarna putih atau kekuningan. Bahan galian yang ditambang dengan menggunakan shovel ini, pabila dicampur dengan bahan mineral lain, semisal chrome, baja, atau nikel, menghasilkan aluminium yang sangat bagus (Alloy). Aluminium ini tahan panas, kuat namun lentur dan mudah dibentuk. Untuk, onderdil otomotif, perkapalan dan industri pesawat terbang, menggunakan bauksit secara massif. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bauksit yang terkandung di bumi nusantara, jenis mineralnya adalah gibsit, dengan kadar utama alumina, kuarsa, dan silika aktif. Biji bauksit laterit terjadi di daerah tropis dan sub tropis serta membentuk perbukitan landai, yang memungkinkan terjadinya pelapuk yang cukup kuat. Bauksit terbentuk dari batuan yang mempunyai kadar aluminium tinggi, kadar Fe rendah dan sedikit kadar kuarsa bebas. &lt;br /&gt;Batuan yang memenuhi persyaratan itu antara lain nepelin syenit dan sejenisnya yang berasal dari batuan beku, batuan lempung/ serpih. Batuan itu akan mengalami proses laterisasi (proses pertukaran suhu secara terus menerus sehingga batuan mengalami pelapukan). Di Indonesia, bauksit tersebar di Pulau Bintan, Bangka, Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSgnv2eonlI/AAAAAAAAAIU/E_hahh7VNwU/s1600-h/tambang_bauksit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSgnv2eonlI/AAAAAAAAAIU/E_hahh7VNwU/s320/tambang_bauksit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271507066868506194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggali bauksit, dilakukan dengan metode land clearing (mengupas pohon dan semak di permukaan tanah, atau pengupasan tanah penutup). Alat-alat berat macam buldozer, biasa dipakai untuk melakukan pengupasan tersebut. Sementara lapisan bijih bauksit digali dengan shovel, diangkut dengan dump truck untuk dimasukan ke dalam instalasi pencucian. Setelah dicuci (desliming) yang berfungsi memisahkan bijih bauksit dari unsur lain seperti pasir atau lempung kotor, maka dilakukan proses penyaringan (screening). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu dilakukan pemecahan (size reduction) dari butiran-butiran yang berukuran lebih dari 3 inchi dengan jaw cruscher. Setelahnya, barulah memasukai tahap pengolahan dengan proses bayer (teknik pemurnian bauksit). Berapa angka produksi bauksit yang ditambang dari perut bumi? Cukup banyak, tentu saja. Hal itu guna memenuhi pasokan kebutuhan berbagai industri yang menggunakan bauksit. Volume yang cukup besar itu juga demi melayani permintaan ekspor dari negara lain, seperti Jepang, India, dan beberapa negara di Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUSAHAAN TAMBANG BAUKSIT DI KABUPATEN LANDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusahaan bahan tambang bauksit di Kabupaten Landak sudah banyak di dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan tambang. Berdasarkan data kami, sudah lebih dari 20 perusahaan pertambangan yang aktif dan beberapa yang masih menunggu ijin untuk mengusahakan baukit di Kabupaten Landak dengan tahapan mulai dari penyelidikan Umum hingga ekplorasi.  Kita  berharap dengan hadirnya perusahaan tambang yang berinvestasi di Kabupaten Landak ini dapat mensejahterakan masyarakat di kabupaten Landak khususnya. Pengusahaan tambang bauksit ini juga dapat membantu menambah pemasukan bagi negara dari sektor tambang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;http://klastik.wordpress.com&lt;br /&gt;htto://www.borneoedo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-1339883217297731248?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/1339883217297731248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=1339883217297731248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/1339883217297731248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/1339883217297731248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/11/pengenalan-bahan-tambang-bauksit_25.html' title='Pengenalan Bahan Tambang: Bauksit'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSgnYmKOdLI/AAAAAAAAAIM/D9ErGAK89GU/s72-c/bauxit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-9205279613206356063</id><published>2008-11-25T00:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T10:32:08.065-08:00</updated><title type='text'>Permasalahan PETI di Kabupaten Landak</title><content type='html'>PETI DI KABUPATEN LANDAK&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSkFvrn6EaI/AAAAAAAAAIc/Xe7XCtsIv-c/s1600-h/peti3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSkFvrn6EaI/AAAAAAAAAIc/Xe7XCtsIv-c/s320/peti3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271751155535974818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;   Seperti kita ketahui bahwa penambangan liar atau PETI merupakan suatu dilema di daerah manapun. Selain tidak memiliki ijin pertambangan dari pemerintah, biasanya penambangan liar juga mengakibatkan gangguan lingkungan dikarenakan proses penambangan yang tidak berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk pelestarian lingkungan serta akibat yang dapat terjadi bagi kesehatan masyarakat disekitar tempat aktivitas penambangan liar tersebut berada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;   Demikian juga yang terjadi di Kabupaten Landak, penambangan liar banyak kita jumpai di beberapa kecamatan. Para penambang liar tersebut biasanya mencari emas dan intan yang memang komoditi bahan galian ini banyak di jumpai di Kabupaten Landak. Istilah yang dipergunakan untuk aktivitas penambangan liar ini adalah “Dompeng” yang mengambil istilah dari mesin yang digunakan untuk kegiatan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSkHr-CP9mI/AAAAAAAAAIk/kfNcXZqlMz4/s1600-h/peti4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSkHr-CP9mI/AAAAAAAAAIk/kfNcXZqlMz4/s320/peti4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271753290782078562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dampak langsung yang ditimbulkan akibat aktivitas ini adalah tercemarnya sungai-sungai yang sangat diperlukan bagi kehidupan masyarakat. Air sungai menjadi keruh dan tidak dapat dipergunakan untuk keperluan masyarakat sehari-hari. Belum lagi akibat yang akan ditimbulkan berkenaan penggunaan bahan kimia yang berbahaya yang diperlukan untuk kegiatan tersebut. Untuk pencemaran sungai sendiri, hal ini sudah mulai terasa seperti di Kecamatan Mandor dan beberapa kecamatan lainnya. Di  Kecamatan Mandor misalnya, jika beberapa tahun yang lalu masyarakat disana masih bisa mandi dan mencuci menggunakan air sungai, namun saat ini hampir tidak ada lagi air sungai yang dapat dipergunakan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari. Kalau sudah begini, kan masyarakat juga yang menanggung akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dinas terkait, dalam hal ini khususnya  dinas Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup Kabupaten Landak bukannya tutup mata pada aktivitas penambangan liar tersebut. Tiap tahun selalu diadakan penyuluhan hingga penertiban, namun sepertinya hasil yang diharapkan masih kurang berhasil. Pihak Dinas Pertambangan Kabupaten Landak bertekat untuk selalu memerangi penambangan liar tersebut, hal ini juga tentunya perlu didukung oleh banyak pihak, diantaranya selain pemerintah sendiri, juga masyarakat disekitar daerah tempat aktivitas penambangan liar tersebut berada.    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-9205279613206356063?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/9205279613206356063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=9205279613206356063' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/9205279613206356063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/9205279613206356063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/11/permasalahan-peti-di-kabupaten-landak.html' title='Permasalahan PETI di Kabupaten Landak'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSkFvrn6EaI/AAAAAAAAAIc/Xe7XCtsIv-c/s72-c/peti3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-4215804290269939389</id><published>2008-11-25T00:58:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T01:35:36.288-08:00</updated><title type='text'>Pengenalan Bahan Tambang : Emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSloSEDdNOI/AAAAAAAAAI0/f0JcQDL1DvE/s1600-h/emas2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSloSEDdNOI/AAAAAAAAAI0/f0JcQDL1DvE/s320/emas2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271859498349049058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;EMAS DAN PROSES TERJADINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu Kita semua sudah mengetahui apakah emas itu. Yang paling umum emas biasanya dipakai oleh hampir semua kaum wanita sebagai perhiasan,  namun banyak diantara kita tentu belum mengetahui proses terbentuknya emas. Disini kita akan belajar sedikit tentang proses terjadinya emas.&lt;br /&gt;Emas merupakan elemen yang dikenal sebagai logam mulia dan komoditas yang sangat berharga sepanjang sejarah manusia. Elemen ini memiliki nomor atom 79 dan nama kimia aurum atau Au. Emas termasuk golongan native element, dengan sedikit kandungan perak, tembaga, atau besi. Warnanya kuning keemasan dengan kekerasan 2,5-3 skala Mohs. Bentuk kristal isometric octahedron atau dodecahedron. Specific gravity 15,5-19,3 pada emas murni. Makin besar kandungan perak, makin berwarna keputih-putihan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSln3Mp4J1I/AAAAAAAAAIs/Mr0LQ95VgaY/s1600-h/emas.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSln3Mp4J1I/AAAAAAAAAIs/Mr0LQ95VgaY/s320/emas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271859036801214290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser.&lt;br /&gt;Emas terdapat di alam dalam dua tipe deposit,  pertama sebagai urat (vein) dalam batuan beku, kaya besi dan berasosiasi dengan urat kuarsa. Lainnya yaitu endapan  atau placer deposit, dimana emas dari batuan asal yang tererosi terangkut oleh aliran sungai dan terendapkan karena berat jenis yang tinggi. Emas native terbentuk karena adanya kegiatan vulkanisma, bergerak berdasarkan adanya thermal  atau adanya panas di dalam bumi, tempat tembentukan emas primer, sedangkan sekudernya merupakan hasil transportasi dari endapan primer umum disebut dengan emas endapan flaser, sedangkan asosiasi emas atau emas bersamaan hadir dengan mineral silikat, perak, platina, pirit dan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenampakan fisik bijih emas hampir mirip dengan pirit, markasit, dan kalkopirit dilihat dari warnanya, namun dapat dibedakan dari sifatnya yang lunak, berat jenis tinggi, dan ceratnya yang keemasan. Emas berasosiasi dengan kuarsa, pirit, arsenopirit, dan perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat fisik unsur ini sangat stabil, tidak korosif ataupun lapuk dan jarang bersenyawa dengan unsur kimia lain. Konduktivitas elektrik dan termalnya sangat baik, malleable sehingga dapat dibentuk dan juga bersifat ductile. Emas adalah logam yang paling tinggi densitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, emas sering ditemukan dalam penambangan bijih perak dan tembaga. Penambangan emas dilakukan besar-besaran untuk memenuhi permintaan dunia, diantaranya ditambang di Afsel, Autralia, USA, Meksiko, Brasil, Indonesia, dan negara lainnya.  Penggunaan utama emas adalah untuk bahan baku perhiasan dan benda-benda seni. Selain itu, karena konduktif, emas penting dalam aplikasi elektronik. Kegunaan lain ada di bidang fotografi, pigment, dan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERBEDAAN EMAS DENGAN PIRIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSloknQtetI/AAAAAAAAAI8/SeWEsgwG76c/s1600-h/Pirite342.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSloknQtetI/AAAAAAAAAI8/SeWEsgwG76c/s320/Pirite342.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271859817037527762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang sering mengira penampakan pirit sebagai emas, yang kilapnya memang menyerupai emas. Kadang ada yang bertanya, apakah pirit ini emas? Atau apakah pirit ini mengandung emas?.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pirit dengan rumus kimia FeS2, merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai di alam, entah sebagai hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun sebagai mineral asesoris dalam beberapa jenis batuan. Tidak ada penciri mineralisasi tertentu jika anda menjumpai pirit, apalagi sedikit. Secara deskriptif, pirit ini mempunyai warna kuning keemasan dengan kilap logam. Jadi, kalau tidak biasa dengan mineral-mineral logam, sering menganggapnya sebagai emas. &lt;br /&gt;Secara struktur kristal, baik pirit dan emas sama-sama kubis, namun sifat dalamnya yang berbeda. Emas lebih mudah ditempa daripada pirit. Kalau dipukul, pirit akan hancur berkeping-keping, sedangkan emas tidak mudah hancur karena lebih mudah ditempa (maleable).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSlpovzxq1I/AAAAAAAAAJE/HpxHhhDgNss/s1600-h/pirite2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSlpovzxq1I/AAAAAAAAAJE/HpxHhhDgNss/s320/pirite2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271860987563191122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang cukup mudah untuk membedakan emas dengan pirit adalah dengan melihat asahan polesnya di bawah mikroskop. Biasanya di bawah mikroskop pantul, emas tampak berbentuk tak beraturan dibandingkan pirit yang kadang bentuk kubisnya masih tampak. Meskipun sama-sama isotropik, tetapi kecemerlangan emas tidak dapat ditandingi oleh pirit, begitu juga bentuknya. Cara lain yang lebih canggih adalah dengan menganalisis kandungan kimianya, misalnya dengan microprobe atau SEM plus EDX. Dengan cara ini anda bisa memastikan apakah yang anda sebut pirit itu emas atau pirit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pirit mengandung emas? Mungkin saja emas terdapat di dalam pirit, sebagai yang dikenal dengan istilah refractory gold. Emas ini ukurannya sangat kecil atau sering dikatakan sebagai invisible gold, karena ukurannya &lt;0.1 μm, tidak sanggup dideteksi dengan mikroskop elektron. Emas ini biasanya hadir bersama-sama arsen (arsenian pyrite atau arsenopyrite). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://nooradinugroho.wordpress.com&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Emas&lt;br /&gt;http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Emas/...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-4215804290269939389?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/4215804290269939389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=4215804290269939389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/4215804290269939389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/4215804290269939389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/11/pengenalan-bahan-tambang-emas.html' title='Pengenalan Bahan Tambang : Emas'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSloSEDdNOI/AAAAAAAAAI0/f0JcQDL1DvE/s72-c/emas2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-6643023455834303210</id><published>2008-11-25T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:40:51.356-08:00</updated><title type='text'>Inventarisasi  dan Evaluasi  Mineral non  Logam di daerah Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat</title><content type='html'>Sugeng  Priyono;  Nazly  Bahar;  Moch. Sodik Kaelani;  Supomo;  Heru  Susilo&lt;br /&gt;Kelompok Program Penelitian Mineral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;S  A  R  I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inventarisasi Dan Evaluasi Mineral Non Logam di daerah Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, hingga Desember 2006, terdapat bahan galian yang dapat dikembangkan berdasarkan sumber daya hipotetik, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya hipotetik andesit (L-An-01 sampai dengan L-An-04), sebesar 55.450.000 m3  (144.300.000 Ton), dapat digunakan untuk bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat. Sumber daya hipotetik bahan galian basal (L-Ba-01 sampai dengan L-Ba-02), sebesar 9.640.000 m3  (25.000.000 Ton), dapat digunakan untuk bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat dan batuan ornamen. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya hipotetik granit (L-Gr-01 sampai dengan L-Gr-07), sebesar 96.400.000 m3  (257.300.000 Ton), dapat digunakan untuk batu berdimensi, ubin interior dan eksterior, bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat serta batuan ornamen.&lt;br /&gt;Sumber daya hipotetik granodiorit (L-Gd-01 sampai dengan L-Gd-06), sebesar 92.080.000 m3  (243.925.000 Ton), dapat digunakan untuk batu berdimensi, ubin interior dan eksterior, bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat serta batuan ornamen. Sumber daya hipotetik diorit (L-Dio-01 sampai dengan L-Dio-04), sebesar 60.900.000 m3  (161.540.000 Ton), dapat digunakan untuk batu berdimensi, ubin interior dan eksterior, bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat serta batuan ornamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya hipotetik pasir  dan  batu / sirtu, (L-Gra-01 sampai dengan L-Gra-04), sebesar 4.715.000 m3  (9.825.000 Ton), untuk bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat. Sumber daya hipotetik pasir darat, (L-Ss-01 sampai dengan L-Ss-03), sebesar 1.131.000 m3  (2.345.000 Ton), untuk bahan bangunan konstruksi ringan hingga menengah serta batuan ornamen. Sumber daya hipotetik pasirkuarsa, (L-Si-01 sampai dengan L-Si-03), sebesar 8.240.000 m3  (18.400.000 Ton), dapat digunakan untuk bahan baku industri semen portland dan kaca berwarna. Sumber daya hipotetik lempung, (L-Cly-01 sampai dengan L-Cly-10), sebesar 24.305.500 m3  (32.840.000 Ton), dapat digunakan untuk bahan baku industri keramik dan semen portland.  Sumber daya hipotetik intan letakan, (L-Di-01) belum dapat dihitung, cukup baik digunakan untuk bahan baku perhiasan (permata).&lt;br /&gt;Sumber daya hipotetik pasir  zirkon, (L-Zr-01 sampai dengan L-Zr-03), belum dapat dihitung, cukup baik digunakan untuk bahan baku industri keramik berteknologi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.   PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1   Latar  Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam Tahun 2006, dalam hal ini Sub Kelompok Kerja Mineral Non Logam, Kelompok Kerja Mineral, Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, telah mengadakan kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam di beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Landak dan Kabupaten  Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadikan komoditi Mineral Non Logam sebagai pendamping sumber pendapatan negara, disamping untuk peningkatan dan pemutakhiran data mineral non logam yang prospek dapat segera di kembangkan hingga bernilai ekonomis guna mengupayakan peningkatan pendapatan daerah (PAD)  melalui ekspor non migas dan mengurangi impor non migas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.2    Maksud   dan  Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan data baik primer maupun sekunder mengenai mineral non logam di daerah Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, secara lebih akurat dan aktual. Mempelajari kemungkinan penyebaran dan perkiraan besarnya potensi sumber daya. Memilih dan mengevaluasi komoditi mineral non logam yang bernilai ekonomi, atau menjadi unggulan, berprospek baik untuk dapat segera dikembangkan dan dimanfaatkan. Pemutakhiran data dasar dalam bank data mineral, dalam bentuk spasial ataupun digital.  Bahan pertimbangan para pengambil keputusan dalam rangka penyusunan master plan, pengembangan potensi dalam sektor bahan galian mineral, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi agar dapat diakses secara cepat dan mudah setiap saat disertai nilai akurasi yang tinggi serta volume data yang maksimal, sehingga pihak investor dengan cepat dapat mengambil keputusan untuk menanamkan modalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1.3   Lokasi   Daerah   Penyelidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara administratif lokasi daerah penyelidikan berada di dalam Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis  Kabupaten Landak terletak di antara  meridian : 109° 13' 25,52" BT  sampai  110° 15' 47.27" BT    hingga  0° 3' 37.89" LS  sampai 1° 3' 13.12" LS, seluas 7.943  Km2.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.    G E O L O G I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1    Stratigrafi  Daerah  Penyelidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Peta Geologi Bersistem yang telah dipublikasikan,  berturut-turut dari tua ke muda formasi batuan tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batuan  Malihan  Pinoh  (PzTRp)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Merupakan batuan tertua terdiri dari  batusabak, batutanduk, filit dan kuarsit, berfasies sekis hijau, terlineasi kuat, berbintik andalusit, mengalami ubahan serisit, sebagian besar tersesarkan, terbreksikan dan tergeruskan kuat, berumur Kapur Awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelompok  Balaisebut  (CTrb) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari batulumpur, batulanau dan batupasir menyabak, termalihkan; serpih, kuarsit, filit, sekis, marmer dan rijang, berumur Karbon-Perem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komplek  Granit Embuoi   (PTRe)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari granit, granodiorit yang mengintrusi sekis, batuan volkanik mafik dan amfibolit ; mempunyai kisaran umur Perem-Trias, dari data Kalium-Argon berumur 204-263 juta tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batuan  Volkanik  Jambu  (TRuj) : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari lava basal, lava andesit, breksi andesitik-basaltik, breksi polimik, aglomerat dan tuf terubah, masa dasar berupa tufa kasar terkloritkan, terkersikkan dan terlimonitkan, berumur Trias Akhir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Batuan  Gunungapi  Serian  (TRuse)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari lava dasit, basal dan lava andesit terubah, terkekarkan kuat ; breksi andesitik-basaltik, aglomerat, tuf, intrusi andesit, basal, trakhit dan dasit, berumur Trias Akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi   Sadong   (TRus)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir terkersikkan, arkosa, serpih, konglomerat dan tuf, berumur Trias Akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelompok  Bengkayang   (TRjb)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir tufaan, batupasir litik, tufa, serpih,kongomerat, batulanau dan batulumpur, berumur Trias Akhir - Jura Awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi   Brandung   (Jmb)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara serpih, batu-pasir, batulumpur gampingan, batugamping dan batulempung, berumur Jura Tengah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Granit   Laur    (Kll)  :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Didominasi oleh monzogranit berwarna terang yang berangsur berubah menjadi granodiorit dan sienogranit, berbutir menengah dan mengalami ubahan; mempunyai kisaran umur Jura akhir - Kapur Awal, dari data Kalium-Argon berumur 103 juta tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batuan  Gunungapi  Raya  (Klr)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari intrusi andesitik-basaltik, lava andesit, dasit dan basal, aliran piroklastik, konglomerat, batupasir dan batulumpur terubah oleh intrusi berumur Kapur serta Tersier, termineralisasi pirit, kalkopirit, molibdenit arsenopirit dan spalerit; berumur Kapur Awal, dari data Kalium-Argon berumur 106 juta tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Granodiorit   Mensibau    (Klm)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didominasi oleh granodiorit berwarna terang, granodiorit hornblenda, diorit kuarsa, granit, monzonit, mengalami ubahan dan terdeformasi; mempunyai kisaran umur Kapur Awal, dari data Kalium-Argon berumur 116, 120 dan 128 juta tahun. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Formasi   Pedawan   (Kp)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir, batulanau, batulumpur, serpih, tuf, batugamping dan batulempung, umumnya bersifat gampingan, sebagian karbonan serta tufaan ; berumur Kapur.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelompok   Selangkai   (Kse)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batulumpur gampingan, batupasir, batulanau, batu-gamping, batulempung, batulumpur kerakalan dan bancuh, umumnya terdeformasi secara kuat; Kisaran umur dari Kapur Tengah hingga Kapur Akhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batupasir   Kayan   (TKk)   :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir kuarsa litik, batupasir kuarsa-felspar, setempat kerakalan, bersisipan batulanau kemerahan, serpih, konglomerat, batubara, kayu terkersikkan dan terpiritkan; Kisaran umur dari Kapur Akhir hingga Tersier Awal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi Ingar   (Tel) ; Batupasir Dangkan  (Ted) ; Serpih Silat (Teu) yang tidak  terpisahkan  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batulumpur gampingan kelabu, batulanau dan batupasir halus serta batulempung di bagian atas dan biasanya karbonan; Kisaran umur dari Kapur Akhir hingga Eosen Akhir.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi   Kantu   (Teka)  : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir kuarsa felsparan mikaan, batulanau karbonan, batulumpur, dan sisipan batubara; Kisaran umur dari Eosen Tengah hingga Eosen Akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batupasir   Tutoop   (Tetu)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir litik, batupasir kuarsa, setempat lapisan konglomerat dan batulumpur ; Kisaran umur dari Eosen Akhir bagian Akhir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi   Ketungau  (Teke)  : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batulanau, batupasir, batulumpur, berlapis baik bersifat karbonan, mengandung glaukonit dan rembesan minyak, serta kongkresi oksida besi; Kisaran umur dari Eosen Akhir bagian Akhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi   Payak   (Teop - Tepa)  : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir tufaan, batupasir felsparan, batupasir litarenit, batulanau dan batulumpur; Kisaran umur dari Eosen Akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Formasi   Tebidah   (Tot)   : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir berlapis tebal, pemilahan baik, termalihkan, dengan batupasir lanauan, batulanau pasiran dan batulumpur, bersisipan batubara; Kisaran umur dari Eosen Akhir Oligosen Awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batupasir  Sekayam   (Tos)   :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir felsparan berbutir menengah hingga kasar, batupasir arenit litik kehijauan, kerakalan terdiri dari fragmen kuarsa batuan andesitik, basaltik, dan kuarsit meta ; bersisipan batulumpur dan batubara; Kisaran umur dari Oligosen Awal hingga Oligosen Tengah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batupasir  Landak   (Tola)   : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari perselingan antara batupasir kuarsa dan batupasir litik, berbutir menengah hingga kasar, terpilah buruk, kerakalan, berselingan dengan konglomerat dan batulumpur karbonan; Kisaran umur dari Oligosen Tengah hingga Akhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batuan  Intrusi  Sintang   (Toms)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didominasi oleh granodiorit, diorit kuarsa, andesit piroksen, dasit, tekstur porfiritik, berbutir halus hingga menengah; melanokratik hingga leukokratik, umumnya intrusi mikrodiorit porfir, andesit piroksen atau granodiorit dengan fenokris hornblenda, piroksen, felspar dan kuarsa; mempunyai kisaran umur Miosen Awal - Tengah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batuan  Gunungapi  Niut  (Tpn)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didominasi oleh basal, andesit piroksen, trakhibasal vesikuler, porfiritik, plagioklas, ortho dan klinopiroksen, fenokris olivin, masadasar felspar dan gelas dengan analsit sub alkalin sampai alkalin; kisaran umur Pliosen - Plistosen ; dari data Kalium-Argon menunjukkan umur 4,4 juta tahun.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aluvium   (Qa)  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Endapan Aluvium (Qa), berumur Kuarter, terutama terdiri dari akumulasi endapan kerakal, kerikil, pasir, lanau, lumpur dan lempung serta sisa tetumbuhan, setempat mengandung partikel emas plaser dan butiran intan sekunder, terutama di daerah aliran dan aluvium Sungai Landak serta cabang-cabangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.    HASIL   PENYELIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Bahan Galian Non Logam Di  Daerah  Kabupaten  Landak :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan  Galian  Bangunan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahan galian  andesit, basal dan diorit, merupakan salah satu anggota dari Batuan Volkanik Niut (Tpn),  Batuan Volkanik Raya (Klr) dan Batuan Volkanik Serian (TRuse);&lt;br /&gt;Bahan galian granit, merupakan salah satu anggota dari Terobosan Sintang (Toms), Komplek Granit Mensibau (Klm), Komplek Granit Laur (Kll) dan Komplek Granit Embuoi (PTRe); Bahan galian granodiorit, merupakan salah satu anggota dari Komplek Granit Mensibau (Klm)  dan  Tonalit Sepauk (Kls); Bahan galian sirtu, antara lain terdapat bersama-sama dengan akumulasi material dalam Endapan Aluvial Sungai (Qa) dan Aluvial Tertoreh (Qt). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan Galian Keramik : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahan galian  lempung, antara lain berupa lensa dan sisipan dalam Formasi Batupasir Sekayam (Tos), Formasi Batupasir Landak (Tola), Formasi Batupasir Tebidah (Tot), Formasi Payak (Teop), Formasi Batupasir Kayan (TKk)  dan  Formasi  Kantu  (Teka).  Bahan Galian  pasirkuarsa, antara lain berupa sisipan atau hasil pelapukan dari Formasi Batupasir Landak (Tola), Formasi Batupasir Sekayam (Tos), Formasi Batupasir Dangkan (Ted), Formasi Haloq (Teh) dan Formasi Batupasir Tutoop (Tetu). Bahan galian pasir zirkon, antara lain berupa partikel hasil rombakan batuan berkomposisi granitik yang terperangkap dalam Endapan Aluvium Sungai (Qa)  dan  Aluvial Tertoreh  (Qt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan Galian Batumulia :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahan Galian jasper dan intan,  antara lain terdapat berupa material rombakan dalam endapan letakan (plaser) salah satu bagian dari  akumulasi Endapan Aluvial Sungai (Qa),  Aluvial  Tertoreh (Qt), Formasi Batupasir Landak (Tola)  dan  Formasi Batupasir Sekayam (Tos).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.   KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan galian Non Logam yang dapat dikembangkan di Kabupaten Landak :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Andesit  di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ampadi, Desa Bentiang, Kecamatan Air Besar (L-An-01), Sumberdaya Hipotetik 14.400.000 m3  (37.500.000 Ton). Engkanging, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-An-02), Sumberdaya Hipotetik 10.500.000 m3  (27.450.000 Ton). Sempatung, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-An-03), Sumberdaya Hipotetik 18.700.000 m3  (48.600.000 Ton). Temahar, Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe (L-An-04), Sumberdaya Hipotetik 6.600.000 m3  (17.150.000 Ton). Aur Sampuk Paloan, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-An-05), Sumberdaya Hipotetik 5.250.0000 m3  (13.600.000 Ton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Basal   di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sei Kendal Semuntik, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Ba-01), Sumberdaya Hipotetik  3.460.000  m3  (9.000.000 Ton). Parigi Baban, Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hulu (L-Ba-02), Sumberdaya Hipotetik  6.180.000 m3  (16.000.000 Ton).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Granit  di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Turap, Dusun Kaseh, Desa Jelimpo, Kecamatan Ngabang (L-Gr-01), Sumberdaya Hipotetik 27.000.000  m3  (73.500.000 Ton). Jambu Tembawang, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Gr-02), Sumberdaya Hipotetik 12.350.000  m3  (32.750.000 Ton). Sei Lange Meranti, Desa Ampadi, Kecamatan Kuala Behe (L-Gr-03), Sumberdaya Hipotetik 11.000.000  m3  (29.000.000 Ton). Sidan Songga, Desa Darit, Kecamatan Nenyuke (L-Gr-04), Sumberdaya Hipotetik 2.400.000 m3  (6.400.000 Ton). Sabaka Baktimulya, Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hulu (L-Gr-05), Sumberdaya Hipotetik 16.500.000 m3  (43.700.000 Ton). Nangka Tempoyak, Desa Rees, Kecamatan Menjalin (L-Gr-06), Sumberdaya Hipotetik 14.300.000  m3  (37.850.000 Ton). Paloan, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-Gr-07), Sumberdaya Hipotetik 12.850.000 m3  (34.100.000 Ton). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Granodiorit   di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sei Muntik Temoyok, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Gd-01), Sumberdaya Hipotetik 24.750.000 m3  (65.580.000 Ton). Ampadi, Desa Sutipadang Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Gd-02), Sumberdaya Hipotetik 18.800.000 m3  (49.800.000 Ton). Gamang Ladangan, Desa Darit, Kecamatan Nenyuke (L-Gd-03), Sumberdaya Hipotetik 23.900.000 m3  (63.400.000 Ton). Garu Pahong, Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hulu (L-Gd-04), Sumberdaya Hipotetik 9.650.000 m3  (25.575.000 Ton). Sei Pahat Sepang, Desa Karangan, Kecamatan Menjalin (L-Gd-05), Sumberdaya Hipotetik 5.500.000  m3  (14.570.000 Ton). Aur Sampuk Senakin, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-Gd-06), Sumberdaya Hipotetik 9.480.000 m3  (25.000.000 Ton). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diorit   di  daerah-daerah  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ta'ahu, Desa Selange, Kecamatan Nenyuke (L-Dio-01), Sumberdaya Hipotetik 12.200.000 m3  (32.350.000 Ton). Ansiap, Desa Suak Berangan, Kecamatan Menjalin (L-Dio-02), Sumberdaya Hipotetik 8.250.000 m3  (21.850.000 Ton).  Sidas, Desa Keranji Mancal, Kecamatan Sengah Temila (L-Dio-03), Sumberdaya Hipotetik 24.300.000 m3  (64.490.000 Ton). Andeng, Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila (L-Dio-03), Sumberdaya Hipotetik 16.150.000 m3  (42.850.000 Ton). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasir dan batu  (sirtu) di  daerah-daerah  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Temiwang Sawi, Desa Ambayo Selatan, Kecamatan Ngabang (L-Gra-01), Sumberdaya Hipotetik 1.000.000 m3  (2.125.000 Ton). Paloan, Desa Keranji Panjang, Kecamatan Sengah Temila (L-Gra-02), Sumberdaya Hipotetik 725.000 m3  (1.500.000 Ton). &lt;br /&gt;Bagak Mamik, Desa Anik, Kecamatan Nenyuke (L-Gra-03), Sumberdaya Hipotetik 990.000 m3  (2.000.000 Ton). Tanjung Balai,  Desa Muara Behe, Kecamatan Kuala Behe (L-Gra-04), Sumberdaya Hipotetik 2.000.000 m3  (4.200.000 Ton).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasir  darat  di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sei Birang, Desa Sebatih, Kecamatan Sungai Ambawang (L-Ss-01), Sumberdaya Hipotetik 275.000 m3  (575.000 Ton). Sei Kelli, Desa Penyaho Dangku, Kecamatan Ngabang (L-Ss-02), Sumberdaya Hipotetik 490.500 m3  (1.000.000 Ton). Paloan, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-Ss-03), Sumberdaya Hipotetik 365.500 m3  (770.000 Ton). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasir  kuarsa   di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungai Birang, Desa Balai Peluntan, Kecamatan Ngabang (L-Si-01), Sumberdaya Hipotetik 2.400.000 m3  (5.400.000 Ton). Muun, Desa Ambarang, Kecamatan Kuala Behe (L-Si-02), Sumberdaya Hipotetik 2.840.000 m3  (6.000.000 Ton).  Tolok, Desa Meranti, Kecamatan Nenyuke (L-Si-03), Sumberdaya Hipotetik 3.000.000 m3  (7.000.000 Ton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lempung   di  daerah-daerah  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dusun Kaseh, Desa Jelimpo, Kecamatan Ngabang (L-Cly-01), Sumberdaya Hipotetik 1.200.000 m3  (1.600.000Ton). Dusun Nyi'in, Desa Tubang, Kecamatan Ngabang (L-Cly-02), Sumberdaya Hipotetik 1.875.500 m3  (2.500.000 Ton). Hilir Tengah, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Cly-03), Sumberdaya Hipotetik 1.580.000 m3  (2.140.000 Ton). Dusun Raja, Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang (L-Cly-04), Sumberdaya Hipotetik 1.900.000 m3  (2.580.000 Ton). Dusun Kersik, Desa Engkadu, Kecamatan Kuala Behe (L-Cly-05), Sumberdaya Hipotetik 2.750.000 m3  (3.700.000 Ton). Pedataran Desa Muara Behe, Kecamatan Kuala Behe (L-Cly-06), Sumberdaya Hipotetik 2.400.000 m3  (3.250.000 Ton). Banying, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila (L-Cly-07), Sumberdaya Hipotetik 3.400.000 m3  (4.600.000 Ton). Gombang, Desa Anik, Kecamatan Nenyuke (L-Cly-08), Sumberdaya Hipotetik 1.800.000 m3  (2.470.000 Ton). Padangpio, Desa Darit, Kecamatan Nenyuke (L-Cly-09), Sumberdaya Hipotetik 7.400.000 m3  (10.000.000 Ton). Dusun Gombang, Desa Keranji Panjang, Kecamatan Sengah Temila (L-Cly-10), Sumberdaya Hipotetik 8.160.000 m3  (11.000.000 Ton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jasper   di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kedama, Desa Muara Behe, Kecamatan Kuala Behe (L-Jas-01), Sumberdaya Hipotetik  115 m3  (260 Ton). Desa Sebatih, Kecamatan Sungai Ambawang (L-Jas-02), Sumberdaya Hipotetik  200 m3  (450 Ton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Intan   letakan di  daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dusun Pantek, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Di-01), berupa indikasi dalam Endapan Aluvial Purba Sungai Landak dan anak-anak sungainya, pernah dijumpai intan letakan berukuran butir biji kacang hijau hingga biji jagung, terdapat bersama mineral berat mengandung zirkon dan logam mulia, kegiatan penggalian dan pendulangan masih berlangsung oleh masyarakat secara kecil-kecilan, tradisional dan temporer, sebagian kecil dibantu pompa air bermesin.  Sumberdaya Hipotetik  belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pasir  zirkon   di  daerah-daerah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demuan, Hilir Tengah, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Zr-01), Sumberdaya Hipotetik lapisan pembawa pasir zirkon 11 m3  (31 Ton). Sei Pantek, Ambayo, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Zr-02), Sumberdaya Hipotetik lapisan pembawa pasir zirkon  6 m3  (17 Ton). Sei Ruang Baam, Dusun Engkalong, Desa Nyayum, Kecamatan Ngabang (L-Zr-03), Sumberdaya Hipotetik lapisan pembawa pasir zirkon 7,5 m3  (21 Ton).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSVd-Li9cfI/AAAAAAAAAHo/33x4u66zK6Q/s1600-h/inventarisasi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSVd-Li9cfI/AAAAAAAAAHo/33x4u66zK6Q/s320/inventarisasi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270722261739729394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral “ Inventarisasi dan Evaluasi Mineral non Logam di Daerah Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.”&lt;br /&gt;http://www.dim.esdm.go.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=474&amp;Itemid=479&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-6643023455834303210?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/6643023455834303210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=6643023455834303210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/6643023455834303210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/6643023455834303210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/11/inventarisasi-dan-evaluasi-mineral-non_25.html' title='Inventarisasi  dan Evaluasi  Mineral non  Logam di daerah Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSVd-Li9cfI/AAAAAAAAAHo/33x4u66zK6Q/s72-c/inventarisasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-7683989256090767836</id><published>2008-11-25T00:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T01:07:24.550-08:00</updated><title type='text'>Profil dan Informasi Pertambangan Kabupaten Landak, Kalbar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSRViJ-oqMI/AAAAAAAAAHI/crbTh-tVJT0/s1600-h/PetaLdk3.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSRViJ-oqMI/AAAAAAAAAHI/crbTh-tVJT0/s320/PetaLdk3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270431509212866754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. GAMBARAN  UMUM  DAERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KondisiI  Fisik  dan Demografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten  Landak  secara  geografis  posisinya  terdapat  di bagian  tengah  Propinsi  Kalbar  dengan  luas  wilayah  9.909,10 Km2  atau  6,75% dari  luas  keseluruhan  propinsi  Kalimantan  Barat  yang  terbagi  atas  13  Kecamatan, yaitu Ngabang, Sengah Temila, Menyuke, Menjalin, Mandor, Mempawah Hulu, Meranti, Kuala Behe, Air Besar, Sebangki, Menyuke Hulu, Jelimpo dan Sompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya Kabupaten Landak berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 55 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999. Pertimbangan pokok terbentuknya Kabupaten Landak adalah bahwa berhubungan dengan perkembangan dan kemajuan Propinsi Kalimantan Barat pada umumnya dan Kabupaten Pontianak pada khususnya serta adanya aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, dipandang perlu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pembinaan masyarakat guna menjamin perkembangan dan kemajuan pada masa mendatang. Sehubungan dengan hal tersebut di atas dan memperhatikan perkembangan penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi, sosial budaya, sosial politik dan meningkatnya beban tugas serta volume kerja di bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Pontianak dipandang perlu membentuk Kabupaten Landak sebagai pemekaran dari Kabupaten Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Batas  Administrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Batas  wilayah  Kabupaten  Landak terletak  pada  batas koordinat  0°10’ dan  1°10’ Lintang  Utara  dan 109°5’ -  110°10’ Bujur  Timur. Sedangkan  batas wilayah  administrasi  Kabupaten  Landak  adalah  sebagai  berikut :&lt;br /&gt;- Sebelah  Utara  dengan  Kabupaten  Bengkayang&lt;br /&gt;- Sebelah  Selatan  dengan  Kabupaten  Pontianak&lt;br /&gt;- Sebelah  Barat  dengan  Kabupaten  Pontianak&lt;br /&gt;- Sebelah  Timur  dengan  Kabupaten  Sanggau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Jumlah  Penduduk  dan  Kepadatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  hasil  perhitungan  BPS,  jumlah  penduduk  kabupaten  Landak sebesar  302.956  jiwa  selama  kurun  waktu  tahun  1990 - 2000  dengan  laju  pertumbuhan  penduduk  sebesar  0,92  % per  tahun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c.Intensitas  Curah  Hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Landak dapat dikategorikan sebagai daerah hujan dengan intensitas  tinggi.  Secara umum curah hujan rata-rata sebesar 160 mm per bulan.  Intensitas  curah  hujan  yang  cukup  tinggi  kemungkinan  dipengaruhi  oleh  daerah  yang  berhutan  tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;d.Lapangan  Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan  yang  banyak  diusahakan  oleh  masyarakat  di  Kabupaten  Landak  adalah  sektor  pertanian  (82,88%),  diikuti  oleh  sektor  perdagangan  (5,36%)  dan  sektor-sektor  lainnya  seperti  industri,  konstruksi,  angkutan,  pertambangan,  listrik, telekomunikasi  dan  lain-lain.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B.Morfologi &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  peta  topografi  skala  1: 250.000  seri  AMS,  morfologi  Kabupaten  Landak  umumnya  merupakan  pegunungan  bergelombang  hingga  tinggi,  dengan ketinggian  bervariasi  dengan  puncak-puncak  pegunungan  mencapai  diatas  1000 m  diatas  permukaan  air  laut,  terutama ada  dibagian  utara.  Sedangkan  dibagian  selatan,  terutama  disekitar  kota  Ngabang  kearah  selatan  memperlihatkan  morfologi  dataran  yang  setempat  berawa-rawa,  dengan  ketinggian  50 m diatas  permukaan  air  laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C.Struktur  Geologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSRX7r5-F_I/AAAAAAAAAHY/cX8rTHLQUmw/s1600-h/geo2.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSRX7r5-F_I/AAAAAAAAAHY/cX8rTHLQUmw/s320/geo2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270434146840090610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peta Geologi  penampakan  struktur  geologi  yang  dapat  diamati  antara  lain  berupa  lipatan  berarah  barat  timur,  terutama  pada  satuan  batuan  kelompok  Bengkayang.  Sedangkan  pada  batuan  kelompok  batupasir  Kayan  berkembang  struktur  gawir  yang  kemungkinan  banyak  terdapat  air  terjun,  di  bagian  sisi  barat  pada  satuan  batuan  gunung  api  banyak  terdapat  kelulusan  yang  berarah  barat  laut-tengara.  Struktur  kelulusan  dan  patahan  berkembang  di  bagian  timur,  pada  batuan  beku  berumur  kapur,  umumnya  berarah  barat Laut-Tenggara.      &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D.Litologi  dan  Kaitannya  dengan  Bahan Galian  Industri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  peta  geologi  lembar Sanggau,  wilayah  Kabupaten  Landak dapat  diamati  adanya  2 (dua) jenis  batuan,  yaitu  Sedimen  dan  bahan  gunungapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuan  Sedimen  yang  terlihat dari  umur  muda  ke  tua  adalah : &lt;br /&gt;- Endapan Aluvium (Qa) terdiri dari : tumbuhan Lumpur, pasir dan sisa &lt;br /&gt;- Batupasir Landak  ( Tola )  terdiri dari: Batupasir kuarsa dan Litik, beberapa&lt;br /&gt;  konglomerat dan batu Lumpur merah kecoklatan, setempat karbonan.&lt;br /&gt;- Batupasir  Kayan  ( TKk  )  terdiri  dari : Batupasir kuarsa dan kuarsa feldspar,&lt;br /&gt;  setempat kerakalan, sisipan batu lanau dan konglomerat, sedikit Batubara.&lt;br /&gt;- Formasi  Pendawan  ( Kp )  terdiri  dari : Batupasir,  Batu  Lanau, Batu   &lt;br /&gt;  Lumpur, Serpih, Serpih  Sabakan  dan  biasanya  gampingan,  Batupsir  Kuarsa –  &lt;br /&gt;  feldspar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sedangkan  batuan  gunungapi  berturut-turut  dari  muda  ke  tua  adalah :&lt;br /&gt;- Batuan  Gunungapi  Niat  ( Tpn )  terdiri  dari  : Andesit,  Dasit  dan  Basal. &lt;br /&gt;  Sedikit konglomerat  dan  piroklastik. &lt;br /&gt;- Batuan terobosan sintang (Toms) terdiri dari : Granodiorit, diorite kuarsa, andesit&lt;br /&gt;  piroksen dan dasit. &lt;br /&gt;- Granodiorit  Mensibau  ( Klm )  terdiri  dari  :  Granodiorit, Granodiorit  &lt;br /&gt;  Hornblende Diorit  Kuarsa,  Granit  dan  Monzoit. &lt;br /&gt;- Batuan  Gunungapi  Raya ( Tpn )  terdiri  dari : Andesit,  Dasit  dan  Basal. &lt;br /&gt;  sedikit konglomerat  dan  piroklastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. POTENSI PENGEMBANGAN ALAM DAN SUMBER DAYA ALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WILAYAH  FISIOGRAFIS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Landak termasuk dalam  wilayah dataran rendah pegunungan Barat. Bagian Utara berbukit-bukit, ke Selatan merupakan daerah lembab atau dataran yang memudahkan melakukan sosial ekonomi. &lt;br /&gt;Berdasarkan  penyelidikan  terdahulu  di Kabupaten  Landak  mempunyai  potensi  bahan  galian  yang  cukup  banyak  dan  potensial  dapat  kita  uraikan  golongannya  sebagai  berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STRUKTUR  GEOLOGI  DAN  BATUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Struktur geologi Kabupaten Landak termasuk dalam Zona C yaitu Daerah Kontinen Dataran Sunda. Kondisi Zona C di Kalimantan Barat kurang stabil, karena tidak mengalami Diastrofisma Tersier &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebagian besar Wilayah Kabupaten Landak mempunyai Batuan Instrusif dan Plutonik yang bersipat asam sampai basa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Batuan Kapur yang tersingkap pada bagian Timur Kabupaten terdiri dari suatu kompleks fragmen – fragmen dan irisan – irisan Kuarsit , mafik, ultramatik batu kapur dan batu pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Percampuran batuan – batuan ini terjadi akibat Perisai Sunda yang menahan bagian Samudera yang lebih padat dan lebih berat dari pada Kerak Bumi sewaktu bergerak ke arah Barat daya dan menekan bagian ini ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada Pegunungan Niut terbentuk atas berbagai struktur batuan, yaitu Plistosen – plistosen, Kapur dan Intrusif dan Plutonik Basa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JENIS  TANAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Jenis tanah Kabupaten Landak : Potsolik merah kuning ( Batuan Endapan ), Potsolik merah kuning ( Batuan Beku dan Endapan ), Potsolik merah kuning ( Batuan Beku ), Potsol ( Batuan Endapan ), Lotosol dan Organosol dan Glei Humus ( Bahan Aluvial )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jenis Tanah Podsolik merah kuning yang terbentuk dari bahan induk endapan, terdapat di Kecamatan Sengah Temila, Mempawah Hulu, Ngabang, Menyuke, Air Besar dan Kuala Behe, keadaan alami kesuburan tanah hanya terbatas pada lapisan berbahan Organik, tetapi  i bila digunakan kurang seksama kesuburannya akan cepat menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tanah Podsolik merah kuning terbentuk dari bahan induk Batuan Beku, banyak dijumpai di Kecamatan Mempawah Hulu, Mandor, Menjalin dan Ngabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Podsolik merah kuning dari Batuan Beku dan Endapan banyak terdapat di daerah berbukit dan pegunungan lipatan seperti di pegunungan Niut, Kecamatan Meranti dan Ngabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jenis Tanah Podsol yang sebagian besar terdapat di Kecamatan Mandor dan Menjalin. Tanah jenis ini merupakan tanah bermineral yang mempunyai perkembangan profil dengan tekstur pasir kuarsa, sangat masam dan sangat kurus dimana kemampuan pertukaran Kation sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jenis Tanah Latosol terdapat bagian utara Kecamatan Menyuke yang terbentuk dari Fisiografi Vulkan yang berasal dari bahan induk batuan beku, warna tanahnya coklat kehitaman, terdrainase baik dan umumnya berstruktur halus dilapisan atas dan sedang dilapisan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jenis Tanah Organosol dan Glei Humus terdapat dikecamatan Mandor, Menjalin, dan sebagian Sengah Temila dan Sebangki. Jenis tanah ini mempunyai karakteristik yang tersusun dari bahan Organik atau campuran bahan mineral dan bahan ketebalan minimum 50 Cm dan mengandung paling sedikit 30 % dari bahan organik ( bila liat ) atau 20 % bila berpasir, kepadatan tanahnya kurang dari 0,6 dan selalu jenuh air, mudah mengerut dan tak balik, bila kering peka erosi dan mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEBERAPA  BAHAN  TAMBANG / GALIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Bahan galian golongan A yang terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Timah Hitam, informasi yang diperoleh umumnya masih sebagai indikasi, merupakan Mineral Galena ( pbs ) pengisi urat pada batuan sabak lampungan, terdapat bersama Emas dan Tembaga di wilayah Kecamatan Mandor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Bahan galian golongan  B yang terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tembaga berbentuk Mineral Kolkopirit, Kakosi, Azurit dan Native ( Cu ) terdapat di Kecamatan Mandor ( penyelidikan Everwijn, 1960 )&lt;br /&gt;b. Emas terdapat di Kecamatan Mandor, Ngabang, Air Besar, Menjalin dan Mempawah Hulu, umumnya masih dalam bentuk pertambangan rakyat.&lt;br /&gt;c. Air Raksa, ditemukan sebagai Mineral Sinabar ( Hgs ) terdapat di Kecamatan Menyuke dan Air Besar.&lt;br /&gt;d. Intan, terdapat dalam graval alivial terbeku ( Qat ) bersama emas di Kecamatan Air Besar, Kuala Behe dan Ngabang.&lt;br /&gt;e. Bismut, penemuannya baru berupa indikasi pada urat – urat yang berasosiasi dengan Emas dan Perak terdapat di Kecamatan Menyuke dan Ngabang.&lt;br /&gt;f. Biji Antimoni, masih dalam bentu subnit Sb 203 terdapat di Kecamatan Menyuke ( Everwijn, 1960 ).&lt;br /&gt;g. Molibdonit, terdapat di Kecamatan Ngabang dan Mandor, dalam bentuk pengisian diantara urat – urat kuarsa dan berasosiasi dengan Kalkopirit.&lt;br /&gt;h. Gambut terdapat di Kecamatan Sengah Temila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Bahan  Galian  Golongan  C yang terdiri dari ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pasir Kuarsa, terdapat di Kecamatan Mandor dan Sengah Temila&lt;br /&gt;b. Koalin, terdapat di Kecamatan Mandor.&lt;br /&gt;c. Granit, sebarannya terdapat di Kecamatan Ngabang dan Sengah Temila.&lt;br /&gt;d. Andesitis, terdapat di Kecamatan Ngabang dan Sengah Temila.&lt;br /&gt;e. Pasir ( putih dan kuning ) terdapat di Kecamatan Mandor, Sengah Temila, Menyuke, Ngabang, Air Besar dan Kuala Behe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cetak Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-7683989256090767836?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/7683989256090767836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=7683989256090767836' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/7683989256090767836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/7683989256090767836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/11/profil-dan-informasi-pertambangan_25.html' title='Profil dan Informasi Pertambangan Kabupaten Landak, Kalbar'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSRViJ-oqMI/AAAAAAAAAHI/crbTh-tVJT0/s72-c/PetaLdk3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1212914013150724401.post-1568405311806424020</id><published>2008-11-25T00:45:00.001-08:00</published><updated>2010-10-23T08:02:03.923-07:00</updated><title type='text'>Profil Dinas</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KABUPATEN LANDAK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSy42ddASII/AAAAAAAAAKA/nVTGk6C5meU/s1600-h/kantortamben.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272792509502736514" src="http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSy42ddASII/AAAAAAAAAKA/nVTGk6C5meU/s320/kantortamben.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terletak di Jalan Raya Ngabang – Sanggau  Dsn. Dengoan&lt;br /&gt;Kode Pos 79357&lt;br /&gt;N  G  A  B  A  N  G&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1212914013150724401-1568405311806424020?l=distamben-landak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://distamben-landak.blogspot.com/feeds/1568405311806424020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1212914013150724401&amp;postID=1568405311806424020' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/1568405311806424020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1212914013150724401/posts/default/1568405311806424020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://distamben-landak.blogspot.com/2008/11/profil-dinas.html' title='Profil Dinas'/><author><name>A. Ramses</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://3.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/TEkTN1F40EI/AAAAAAAAAag/bIeP8r_lB0U/S220/Snapshot_20091121_4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_szsX5h3feAM/SSy42ddASII/AAAAAAAAAKA/nVTGk6C5meU/s72-c/kantortamben.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
