Sugeng Priyono; Nazly Bahar; Moch. Sodik Kaelani; Supomo; Heru Susilo
Kelompok Program Penelitian Mineral
S A R I
Sumber daya hipotetik granit (L-Gr-01 sampai dengan L-Gr-07), sebesar 96.400.000 m3 (257.300.000 Ton), dapat digunakan untuk batu berdimensi, ubin interior dan eksterior, bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat serta batuan ornamen.
Sumber daya hipotetik granodiorit (L-Gd-01 sampai dengan L-Gd-06), sebesar 92.080.000 m3 (243.925.000 Ton), dapat digunakan untuk batu berdimensi, ubin interior dan eksterior, bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat serta batuan ornamen. Sumber daya hipotetik diorit (L-Dio-01 sampai dengan L-Dio-04), sebesar 60.900.000 m3 (161.540.000 Ton), dapat digunakan untuk batu berdimensi, ubin interior dan eksterior, bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat serta batuan ornamen.
Sumber daya hipotetik pasir dan batu / sirtu, (L-Gra-01 sampai dengan L-Gra-04), sebesar 4.715.000 m3 (9.825.000 Ton), untuk bahan bangunan konstruksi menengah hingga berat. Sumber daya hipotetik pasir darat, (L-Ss-01 sampai dengan L-Ss-03), sebesar 1.131.000 m3 (2.345.000 Ton), untuk bahan bangunan konstruksi ringan hingga menengah serta batuan ornamen. Sumber daya hipotetik pasirkuarsa, (L-Si-01 sampai dengan L-Si-03), sebesar 8.240.000 m3 (18.400.000 Ton), dapat digunakan untuk bahan baku industri semen portland dan kaca berwarna. Sumber daya hipotetik lempung, (L-Cly-01 sampai dengan L-Cly-10), sebesar 24.305.500 m3 (32.840.000 Ton), dapat digunakan untuk bahan baku industri keramik dan semen portland. Sumber daya hipotetik intan letakan, (L-Di-01) belum dapat dihitung, cukup baik digunakan untuk bahan baku perhiasan (permata).
Sumber daya hipotetik pasir zirkon, (L-Zr-01 sampai dengan L-Zr-03), belum dapat dihitung, cukup baik digunakan untuk bahan baku industri keramik berteknologi tinggi.
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam Tahun 2006, dalam hal ini Sub Kelompok Kerja Mineral Non Logam, Kelompok Kerja Mineral, Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, telah mengadakan kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam di beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadikan komoditi Mineral Non Logam sebagai pendamping sumber pendapatan negara, disamping untuk peningkatan dan pemutakhiran data mineral non logam yang prospek dapat segera di kembangkan hingga bernilai ekonomis guna mengupayakan peningkatan pendapatan daerah (PAD) melalui ekspor non migas dan mengurangi impor non migas.
1.2 Maksud dan Tujuan
Mendapatkan data baik primer maupun sekunder mengenai mineral non logam di daerah Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, secara lebih akurat dan aktual. Mempelajari kemungkinan penyebaran dan perkiraan besarnya potensi sumber daya. Memilih dan mengevaluasi komoditi mineral non logam yang bernilai ekonomi, atau menjadi unggulan, berprospek baik untuk dapat segera dikembangkan dan dimanfaatkan. Pemutakhiran data dasar dalam bank data mineral, dalam bentuk spasial ataupun digital. Bahan pertimbangan para pengambil keputusan dalam rangka penyusunan master plan, pengembangan potensi dalam sektor bahan galian mineral, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi agar dapat diakses secara cepat dan mudah setiap saat disertai nilai akurasi yang tinggi serta volume data yang maksimal, sehingga pihak investor dengan cepat dapat mengambil keputusan untuk menanamkan modalnya.
1.3 Lokasi Daerah Penyelidikan
Secara administratif lokasi daerah penyelidikan berada di dalam Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis Kabupaten Landak terletak di antara meridian : 109° 13' 25,52" BT sampai 110° 15' 47.27" BT hingga 0° 3' 37.89" LS sampai 1° 3' 13.12" LS, seluas 7.943 Km2.
2. G E O L O G I
2.1 Stratigrafi Daerah Penyelidikan
Berdasarkan Peta Geologi Bersistem yang telah dipublikasikan, berturut-turut dari tua ke muda formasi batuan tersebut adalah :
Batuan Malihan Pinoh (PzTRp) :
Merupakan batuan tertua terdiri dari batusabak, batutanduk, filit dan kuarsit, berfasies sekis hijau, terlineasi kuat, berbintik andalusit, mengalami ubahan serisit, sebagian besar tersesarkan, terbreksikan dan tergeruskan kuat, berumur Kapur Awal.
Kelompok Balaisebut (CTrb) :
Terdiri dari batulumpur, batulanau dan batupasir menyabak, termalihkan; serpih, kuarsit, filit, sekis, marmer dan rijang, berumur Karbon-Perem.
Komplek Granit Embuoi (PTRe) :
Terdiri dari granit, granodiorit yang mengintrusi sekis, batuan volkanik mafik dan amfibolit ; mempunyai kisaran umur Perem-Trias, dari data Kalium-Argon berumur 204-263 juta tahun.
Batuan Volkanik Jambu (TRuj) :
Terdiri dari lava basal, lava andesit, breksi andesitik-basaltik, breksi polimik, aglomerat dan tuf terubah, masa dasar berupa tufa kasar terkloritkan, terkersikkan dan terlimonitkan, berumur Trias Akhir.
Batuan Gunungapi Serian (TRuse) :
Terdiri dari lava dasit, basal dan lava andesit terubah, terkekarkan kuat ; breksi andesitik-basaltik, aglomerat, tuf, intrusi andesit, basal, trakhit dan dasit, berumur Trias Akhir.
Formasi Sadong (TRus) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir terkersikkan, arkosa, serpih, konglomerat dan tuf, berumur Trias Akhir.
Kelompok Bengkayang (TRjb) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir tufaan, batupasir litik, tufa, serpih,kongomerat, batulanau dan batulumpur, berumur Trias Akhir - Jura Awal.
Formasi Brandung (Jmb) :
Terdiri dari perselingan antara serpih, batu-pasir, batulumpur gampingan, batugamping dan batulempung, berumur Jura Tengah.
Granit Laur (Kll) :
Didominasi oleh monzogranit berwarna terang yang berangsur berubah menjadi granodiorit dan sienogranit, berbutir menengah dan mengalami ubahan; mempunyai kisaran umur Jura akhir - Kapur Awal, dari data Kalium-Argon berumur 103 juta tahun.
Batuan Gunungapi Raya (Klr) :
Terdiri dari intrusi andesitik-basaltik, lava andesit, dasit dan basal, aliran piroklastik, konglomerat, batupasir dan batulumpur terubah oleh intrusi berumur Kapur serta Tersier, termineralisasi pirit, kalkopirit, molibdenit arsenopirit dan spalerit; berumur Kapur Awal, dari data Kalium-Argon berumur 106 juta tahun.
Granodiorit Mensibau (Klm) :
Didominasi oleh granodiorit berwarna terang, granodiorit hornblenda, diorit kuarsa, granit, monzonit, mengalami ubahan dan terdeformasi; mempunyai kisaran umur Kapur Awal, dari data Kalium-Argon berumur 116, 120 dan 128 juta tahun.
Formasi Pedawan (Kp) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir, batulanau, batulumpur, serpih, tuf, batugamping dan batulempung, umumnya bersifat gampingan, sebagian karbonan serta tufaan ; berumur Kapur.
Kelompok Selangkai (Kse) :
Terdiri dari perselingan antara batulumpur gampingan, batupasir, batulanau, batu-gamping, batulempung, batulumpur kerakalan dan bancuh, umumnya terdeformasi secara kuat; Kisaran umur dari Kapur Tengah hingga Kapur Akhir.
Batupasir Kayan (TKk) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir kuarsa litik, batupasir kuarsa-felspar, setempat kerakalan, bersisipan batulanau kemerahan, serpih, konglomerat, batubara, kayu terkersikkan dan terpiritkan; Kisaran umur dari Kapur Akhir hingga Tersier Awal.
Formasi Ingar (Tel) ; Batupasir Dangkan (Ted) ; Serpih Silat (Teu) yang tidak terpisahkan :
Terdiri dari perselingan antara batulumpur gampingan kelabu, batulanau dan batupasir halus serta batulempung di bagian atas dan biasanya karbonan; Kisaran umur dari Kapur Akhir hingga Eosen Akhir.
Formasi Kantu (Teka) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir kuarsa felsparan mikaan, batulanau karbonan, batulumpur, dan sisipan batubara; Kisaran umur dari Eosen Tengah hingga Eosen Akhir.
Batupasir Tutoop (Tetu) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir litik, batupasir kuarsa, setempat lapisan konglomerat dan batulumpur ; Kisaran umur dari Eosen Akhir bagian Akhir.
Formasi Ketungau (Teke) :
Terdiri dari perselingan antara batulanau, batupasir, batulumpur, berlapis baik bersifat karbonan, mengandung glaukonit dan rembesan minyak, serta kongkresi oksida besi; Kisaran umur dari Eosen Akhir bagian Akhir.
Formasi Payak (Teop - Tepa) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir tufaan, batupasir felsparan, batupasir litarenit, batulanau dan batulumpur; Kisaran umur dari Eosen Akhir.
Formasi Tebidah (Tot) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir berlapis tebal, pemilahan baik, termalihkan, dengan batupasir lanauan, batulanau pasiran dan batulumpur, bersisipan batubara; Kisaran umur dari Eosen Akhir Oligosen Awal.
Batupasir Sekayam (Tos) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir felsparan berbutir menengah hingga kasar, batupasir arenit litik kehijauan, kerakalan terdiri dari fragmen kuarsa batuan andesitik, basaltik, dan kuarsit meta ; bersisipan batulumpur dan batubara; Kisaran umur dari Oligosen Awal hingga Oligosen Tengah.
Batupasir Landak (Tola) :
Terdiri dari perselingan antara batupasir kuarsa dan batupasir litik, berbutir menengah hingga kasar, terpilah buruk, kerakalan, berselingan dengan konglomerat dan batulumpur karbonan; Kisaran umur dari Oligosen Tengah hingga Akhir.
Batuan Intrusi Sintang (Toms) :
Didominasi oleh granodiorit, diorit kuarsa, andesit piroksen, dasit, tekstur porfiritik, berbutir halus hingga menengah; melanokratik hingga leukokratik, umumnya intrusi mikrodiorit porfir, andesit piroksen atau granodiorit dengan fenokris hornblenda, piroksen, felspar dan kuarsa; mempunyai kisaran umur Miosen Awal - Tengah.
Batuan Gunungapi Niut (Tpn) :
Didominasi oleh basal, andesit piroksen, trakhibasal vesikuler, porfiritik, plagioklas, ortho dan klinopiroksen, fenokris olivin, masadasar felspar dan gelas dengan analsit sub alkalin sampai alkalin; kisaran umur Pliosen - Plistosen ; dari data Kalium-Argon menunjukkan umur 4,4 juta tahun.
Aluvium (Qa) :
Endapan Aluvium (Qa), berumur Kuarter, terutama terdiri dari akumulasi endapan kerakal, kerikil, pasir, lanau, lumpur dan lempung serta sisa tetumbuhan, setempat mengandung partikel emas plaser dan butiran intan sekunder, terutama di daerah aliran dan aluvium Sungai Landak serta cabang-cabangnya.
3. HASIL PENYELIDIKAN
3.1 Bahan Galian Non Logam Di Daerah Kabupaten Landak :
Bahan Galian Bangunan :
Bahan galian andesit, basal dan diorit, merupakan salah satu anggota dari Batuan Volkanik Niut (Tpn), Batuan Volkanik Raya (Klr) dan Batuan Volkanik Serian (TRuse);
Bahan galian granit, merupakan salah satu anggota dari Terobosan Sintang (Toms), Komplek Granit Mensibau (Klm), Komplek Granit Laur (Kll) dan Komplek Granit Embuoi (PTRe); Bahan galian granodiorit, merupakan salah satu anggota dari Komplek Granit Mensibau (Klm) dan Tonalit Sepauk (Kls); Bahan galian sirtu, antara lain terdapat bersama-sama dengan akumulasi material dalam Endapan Aluvial Sungai (Qa) dan Aluvial Tertoreh (Qt).
Bahan Galian Keramik :
Bahan galian lempung, antara lain berupa lensa dan sisipan dalam Formasi Batupasir Sekayam (Tos), Formasi Batupasir Landak (Tola), Formasi Batupasir Tebidah (Tot), Formasi Payak (Teop), Formasi Batupasir Kayan (TKk) dan Formasi Kantu (Teka). Bahan Galian pasirkuarsa, antara lain berupa sisipan atau hasil pelapukan dari Formasi Batupasir Landak (Tola), Formasi Batupasir Sekayam (Tos), Formasi Batupasir Dangkan (Ted), Formasi Haloq (Teh) dan Formasi Batupasir Tutoop (Tetu). Bahan galian pasir zirkon, antara lain berupa partikel hasil rombakan batuan berkomposisi granitik yang terperangkap dalam Endapan Aluvium Sungai (Qa) dan Aluvial Tertoreh (Qt).
Bahan Galian Batumulia :
Bahan Galian jasper dan intan, antara lain terdapat berupa material rombakan dalam endapan letakan (plaser) salah satu bagian dari akumulasi Endapan Aluvial Sungai (Qa), Aluvial Tertoreh (Qt), Formasi Batupasir Landak (Tola) dan Formasi Batupasir Sekayam (Tos).
4. KESIMPULAN
Bahan galian Non Logam yang dapat dikembangkan di Kabupaten Landak :
Andesit di daerah-daerah :
Ampadi, Desa Bentiang, Kecamatan Air Besar (L-An-01), Sumberdaya Hipotetik 14.400.000 m3 (37.500.000 Ton). Engkanging, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-An-02), Sumberdaya Hipotetik 10.500.000 m3 (27.450.000 Ton). Sempatung, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-An-03), Sumberdaya Hipotetik 18.700.000 m3 (48.600.000 Ton). Temahar, Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe (L-An-04), Sumberdaya Hipotetik 6.600.000 m3 (17.150.000 Ton). Aur Sampuk Paloan, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-An-05), Sumberdaya Hipotetik 5.250.0000 m3 (13.600.000 Ton).
Basal di daerah-daerah :
Sei Kendal Semuntik, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Ba-01), Sumberdaya Hipotetik 3.460.000 m3 (9.000.000 Ton). Parigi Baban, Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hulu (L-Ba-02), Sumberdaya Hipotetik 6.180.000 m3 (16.000.000 Ton).
Granit di daerah-daerah :
Turap, Dusun Kaseh, Desa Jelimpo, Kecamatan Ngabang (L-Gr-01), Sumberdaya Hipotetik 27.000.000 m3 (73.500.000 Ton). Jambu Tembawang, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Gr-02), Sumberdaya Hipotetik 12.350.000 m3 (32.750.000 Ton). Sei Lange Meranti, Desa Ampadi, Kecamatan Kuala Behe (L-Gr-03), Sumberdaya Hipotetik 11.000.000 m3 (29.000.000 Ton). Sidan Songga, Desa Darit, Kecamatan Nenyuke (L-Gr-04), Sumberdaya Hipotetik 2.400.000 m3 (6.400.000 Ton). Sabaka Baktimulya, Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hulu (L-Gr-05), Sumberdaya Hipotetik 16.500.000 m3 (43.700.000 Ton). Nangka Tempoyak, Desa Rees, Kecamatan Menjalin (L-Gr-06), Sumberdaya Hipotetik 14.300.000 m3 (37.850.000 Ton). Paloan, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-Gr-07), Sumberdaya Hipotetik 12.850.000 m3 (34.100.000 Ton).
Granodiorit di daerah-daerah :
Sei Muntik Temoyok, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Gd-01), Sumberdaya Hipotetik 24.750.000 m3 (65.580.000 Ton). Ampadi, Desa Sutipadang Serimbu, Kecamatan Air Besar (L-Gd-02), Sumberdaya Hipotetik 18.800.000 m3 (49.800.000 Ton). Gamang Ladangan, Desa Darit, Kecamatan Nenyuke (L-Gd-03), Sumberdaya Hipotetik 23.900.000 m3 (63.400.000 Ton). Garu Pahong, Desa Tanjung, Kecamatan Mempawah Hulu (L-Gd-04), Sumberdaya Hipotetik 9.650.000 m3 (25.575.000 Ton). Sei Pahat Sepang, Desa Karangan, Kecamatan Menjalin (L-Gd-05), Sumberdaya Hipotetik 5.500.000 m3 (14.570.000 Ton). Aur Sampuk Senakin, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-Gd-06), Sumberdaya Hipotetik 9.480.000 m3 (25.000.000 Ton).
Diorit di daerah-daerah :
Ta'ahu, Desa Selange, Kecamatan Nenyuke (L-Dio-01), Sumberdaya Hipotetik 12.200.000 m3 (32.350.000 Ton). Ansiap, Desa Suak Berangan, Kecamatan Menjalin (L-Dio-02), Sumberdaya Hipotetik 8.250.000 m3 (21.850.000 Ton). Sidas, Desa Keranji Mancal, Kecamatan Sengah Temila (L-Dio-03), Sumberdaya Hipotetik 24.300.000 m3 (64.490.000 Ton). Andeng, Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila (L-Dio-03), Sumberdaya Hipotetik 16.150.000 m3 (42.850.000 Ton).
Pasir dan batu (sirtu) di daerah-daerah :
Temiwang Sawi, Desa Ambayo Selatan, Kecamatan Ngabang (L-Gra-01), Sumberdaya Hipotetik 1.000.000 m3 (2.125.000 Ton). Paloan, Desa Keranji Panjang, Kecamatan Sengah Temila (L-Gra-02), Sumberdaya Hipotetik 725.000 m3 (1.500.000 Ton).
Bagak Mamik, Desa Anik, Kecamatan Nenyuke (L-Gra-03), Sumberdaya Hipotetik 990.000 m3 (2.000.000 Ton). Tanjung Balai, Desa Muara Behe, Kecamatan Kuala Behe (L-Gra-04), Sumberdaya Hipotetik 2.000.000 m3 (4.200.000 Ton).
Pasir darat di daerah-daerah :
Sei Birang, Desa Sebatih, Kecamatan Sungai Ambawang (L-Ss-01), Sumberdaya Hipotetik 275.000 m3 (575.000 Ton). Sei Kelli, Desa Penyaho Dangku, Kecamatan Ngabang (L-Ss-02), Sumberdaya Hipotetik 490.500 m3 (1.000.000 Ton). Paloan, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila (L-Ss-03), Sumberdaya Hipotetik 365.500 m3 (770.000 Ton).
Pasir kuarsa di daerah-daerah :
Sungai Birang, Desa Balai Peluntan, Kecamatan Ngabang (L-Si-01), Sumberdaya Hipotetik 2.400.000 m3 (5.400.000 Ton). Muun, Desa Ambarang, Kecamatan Kuala Behe (L-Si-02), Sumberdaya Hipotetik 2.840.000 m3 (6.000.000 Ton). Tolok, Desa Meranti, Kecamatan Nenyuke (L-Si-03), Sumberdaya Hipotetik 3.000.000 m3 (7.000.000 Ton).
Lempung di daerah-daerah :
Dusun Kaseh, Desa Jelimpo, Kecamatan Ngabang (L-Cly-01), Sumberdaya Hipotetik 1.200.000 m3 (1.600.000Ton). Dusun Nyi'in, Desa Tubang, Kecamatan Ngabang (L-Cly-02), Sumberdaya Hipotetik 1.875.500 m3 (2.500.000 Ton). Hilir Tengah, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Cly-03), Sumberdaya Hipotetik 1.580.000 m3 (2.140.000 Ton). Dusun Raja, Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang (L-Cly-04), Sumberdaya Hipotetik 1.900.000 m3 (2.580.000 Ton). Dusun Kersik, Desa Engkadu, Kecamatan Kuala Behe (L-Cly-05), Sumberdaya Hipotetik 2.750.000 m3 (3.700.000 Ton). Pedataran Desa Muara Behe, Kecamatan Kuala Behe (L-Cly-06), Sumberdaya Hipotetik 2.400.000 m3 (3.250.000 Ton). Banying, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila (L-Cly-07), Sumberdaya Hipotetik 3.400.000 m3 (4.600.000 Ton). Gombang, Desa Anik, Kecamatan Nenyuke (L-Cly-08), Sumberdaya Hipotetik 1.800.000 m3 (2.470.000 Ton). Padangpio, Desa Darit, Kecamatan Nenyuke (L-Cly-09), Sumberdaya Hipotetik 7.400.000 m3 (10.000.000 Ton). Dusun Gombang, Desa Keranji Panjang, Kecamatan Sengah Temila (L-Cly-10), Sumberdaya Hipotetik 8.160.000 m3 (11.000.000 Ton).
Jasper di daerah-daerah :
Kedama, Desa Muara Behe, Kecamatan Kuala Behe (L-Jas-01), Sumberdaya Hipotetik 115 m3 (260 Ton). Desa Sebatih, Kecamatan Sungai Ambawang (L-Jas-02), Sumberdaya Hipotetik 200 m3 (450 Ton).
Intan letakan di daerah :
Dusun Pantek, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Di-01), berupa indikasi dalam Endapan Aluvial Purba Sungai Landak dan anak-anak sungainya, pernah dijumpai intan letakan berukuran butir biji kacang hijau hingga biji jagung, terdapat bersama mineral berat mengandung zirkon dan logam mulia, kegiatan penggalian dan pendulangan masih berlangsung oleh masyarakat secara kecil-kecilan, tradisional dan temporer, sebagian kecil dibantu pompa air bermesin. Sumberdaya Hipotetik belum diketahui.
Pasir zirkon di daerah-daerah :
Demuan, Hilir Tengah, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Zr-01), Sumberdaya Hipotetik lapisan pembawa pasir zirkon 11 m3 (31 Ton). Sei Pantek, Ambayo, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang (L-Zr-02), Sumberdaya Hipotetik lapisan pembawa pasir zirkon 6 m3 (17 Ton). Sei Ruang Baam, Dusun Engkalong, Desa Nyayum, Kecamatan Ngabang (L-Zr-03), Sumberdaya Hipotetik lapisan pembawa pasir zirkon 7,5 m3 (21 Ton).

Sumber: Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral “ Inventarisasi dan Evaluasi Mineral non Logam di Daerah Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.”
http://www.dim.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=474&Itemid=479
Cetak Halaman Ini